Beras merupakan pangan pokok yang paling banyak dikonsumsi manusia di hampir seluruh negara di dunia, terutama di benua Asia di mana para petani penghasil 90 persen beras dunia tinggal
Produksi beras dunia, terbanyak hanya diproduksi di beberapa negara saja. Sehingga ketika terjadi penurunan produksi dan di sisi lain permintaan dunia terhadap beras mengalami kenaikan, menjadi persoalan yang sangat krusial bagi sejumlah negara.
Berikut 5 negara dengan penghasil besar terbesar di dunia:
1. ChinaProduksi per tahun : 206,5 juta ton
Jumlah Ekspor Beras : 0,4 juta ton
Jumlah Impor Beras : 2,5 juta ton
Beras China :
Beras mulai dibudidayakan di China timur dan tenggara pada tahun 8000 SM. Lebih dari 90 persen beras China berasal dari sawh irigasi.
Sejak 1974, China mengadakan kemitraan dengan IRRI. Direktur Jenderal IRRI, Nyle Brady, yang saat itu mengadakan tur selama sebulan penuh di China, menyediakan biji varietas pengembangan IRRI.
Selanjutnya, IRRI mengadakan kerjasamasecara formal dengan China. Tujuannyauntuk memfasilitasi pengembangan ekonomi beras negara itu. Hasil kerja sama dengan Akademi Ilmu Pengetahuan China Pertanian (CAAS), IRRI dan mitra-mitra lainnya, akhirnya merilis empat varietas padi di Cina, yaitu, Golden Shuttle 1 dan Zhongyu 1, 4, dan 6.
Ada berbagai macam penalaran dengan model yang lengkap dan sangat konsisten, tetapi pada kenyataannya banyak permasalahan yang tidak dapat terselesaikan secara lengkap dan konsisten. Ketidakkonsistenan yang tersebut adalah akibat adanya penambahan fakta baru. Penalaran yang seperti itu disebut dengan penalaran non monotonis. Untuk mengatasi ketidakkonsistenan tersebut maka dapat menggunakan penalaran dengan teori Dempster-Shafer. Secara umum teori Dempster-Shafer ditulis dalam suatu interval.
2. IndiaProduksi per tahun : 153,8 juta ton
Jumlah Ekspor Beras : 11,5 juta ton
Jumlah Impor Beras : -
Beras India :
Beras merupakan tanaman pangan paling penting di India. Sampai saat ini, India merupakan produsen beras terbesar kedua di dunia setelah China dengan jumlah produksi lebih dari 150 juta ton per tahun.
Produktivitas padi India pada tahun 2004 tercatat 1.984 kg per hektar pada 2004 dan meningkat pesat pada tahun 2011 menjadi 2.372 kg per hektar. Kontribusi India dalam produksi beras dunia telah berada di kisaran 19,50-24,52 persen.
3. IndonesiaProduksi per tahun : 70,8 juta ton
Jumlah Ekspor Beras : -
Jumlah Impor Beras : 1 juta ton
Beras Indonesia :
Anggaran pertanian yang cukup besar saat ini, seharusnya membuat bisa memproduksi produk pangan seperti beras dengan jumlah yang cukup besar. Indonesia adalah produsen beras terbesar ketiga di dunia dan juga salah satu konsumen beras terbesar di dunia. Area beras berkembang dari 11,4 juta ha pada 1995 menjadi 13,20 juta ha pada 2010, yang mewakili 24% dari total luas pertanian. Hasil padi meningkat sedikit dari 4,3 ton / ha pada 1995 menjadi 5 ton / ha pada 2010. Ironisnya, Indonesia kini lebih menggantungkan kebutuhan pangan melalui proses impor
IRRI memperkirakan Indonesia akan membutuhkan 38 persen lebih beras dalam 25 tahun, yang berarti hasil padi rata-rata kini 4,6 ton/ha harus meningkat menjadi lebih dari 6 ton/ ha untuk mengisi kesenjangan. Untuk menghindari impor besar, kebijakan beras yang paling menonjol di Indonesia telah ditujukan untuk mencapai swasembada beras dengan meningkatkan produksi.
Pemerintah menetapkan target produksi 10 juta ton surplus beras tahunan untuk 2015 dan menyediakan subsidi pupuk untuk petani padi budidaya kurang dari 0,5 ha lahan.
4. BangladeshProduksi per tahun : 52,4 juta ton
Jumlah Ekspor Beras : -
Jumlah Impor Beras : 1,3 juta ton
Beras Bangladesh :
Menurut perkiraan resmi dari Departemen Pertanian Ekstensi (DAE), dua tahun lalu (2013), Bangladesh telah menghasilkan sekitar 34.449.000 ton beras. Bangladesh adalah produsen beras terbesar keempat di dunia. Negara Asia Selatan tersebut menghasilkan panen beras sekitar 34 juta ton.
Meski negara tersebut menghasilkan beras cukup untuk memberi makan penduduknya yang mencapai 160 juta jiwa, Bangladesh sering menghadapi kelangkaan bahan pangan akibat bencana alam.
Untuk mengantisipiasi kelangkaan pangan, beberapa perusahaaan Bangladesh mengumumkan telah menyewa ribuan hektar lahan di Afrika. Penandatanganan kontrak dilaksanakan untuk menyewa lahan yang bisa ditanami tapi tak digunakan di Uganda, Tanzania dan Gambia. Kontrak lain untuk menyewa sekitar 30.000 hektar selama 99 tahun akan segera ditandatangani dengan pemerintah Tanzania.
5. VietnamProduksi per tahun : 45 juta ton
Jumlah Ekspor Beras : 6,5 juta ton
Jumlah Impor Beras : -
Beras Vietnam :
Vietnam kini menjadi produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan dunia. Jauh sebelumnya, Vietnam sempat belajar dari Indonesia, bahkan pernah meminjam beras pada Era Orde Baru. Vietnam di tahun 1989-1990 meminjam beras sebanyak 100.000 ton kepada Indonesia. Namun beras mereka saat ini bisa surplus 5-6 juta ton/tahun. Salah satu kuncinya mereka mengikuti sistem pertanian di Indonesia. Vietnam kini menjadi pengeskpor beras terbesar di dunia bahkan mengalahkan Thailand
Sistem pertanian yang ditiru Vietnam dari Indonesia adalah sistem/program intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi pertanian. Dari ketiga cara itu, Vietnam lebih memfokuskan untuk terus mencetak sawah baru di negaranya. Cara tersebut dinilainya telah dilakukan oleh Presiden Soeharto pada masa lalu.
Berkat penggunaan varietas padi baru hasil tinggi dan perbaikan dalam teknologi pertanian dan infrastruktur, hasil padi Vietnam meningkat secara signifikan. Hasil rata-rata melonjak dari 4,2 ton / hektar pada 2000 menjadi 5,6 ton / hektar pada saat ini. (Deni Riaddy)
Sumber http://bisniskeuangan.kompas.com